Rabu, 01 Juni 2011

Sejarah Tentang System of a Down

Berikut profil salah satu band idola saya…SOAD, System Of A Down adalah sebuah band nu-metal dari Los Angeles, Amerika Serikat. Band ini juga populer di Indonesia.Eempat anggota band System of a Down merupakan keturunan etnis Armenia. Tankian dan Dolmayan lahir di Libanon.
Lagu-lagu mereka terutama terkenal selain gayanya yang inovatif, dengan sentuhan musik Armenia. Selain itu isinya juga berisikan ide, pandangan-pandangan,dan apa yang mereka rasakan. Serj Tankian sebagai anggota yang cukup menonjol, memaparkan ide-ide politiknya dalam lagu-lagu SOAD. Mulai dari kampanye rekonisi terhadap Genosida Armenia oleh pemerintah Turki yang terus mereka usung, hingga masalah sosial-politik seperti konsumerisme, perang, globalisasi, lingkungan, dan Kekerasan. Selain itu, mereka menulis lagu tentang perubahan atau transformasi pemikiran mereka.
Kompas pernah menulis artikel tentang band ini dengan judul “Band Keras Anti Kekerasan”. Pemikiran Serj cukup di pengaruhi oleh pengamat politik kiri AS Noam Chomsky. Serj Tankian bersama Tom Morello mantan gitaris Rage Against The Machine mendirikan LSM Politik dengan nama Axis of Justice (nama LSM ini merupakan plesetan sarkastis dari salah satu pidato Presiden AS yang menyebut 3 negara sebagai Axis of Evil).
System of a Down memiliki sangat banyak gaya musik antara lain: nu metal,experimental, dan alternative metal
System Of A Down Bubar?
Gitaris grup System Of A Down, Daron Malakian, membantah bahwa keretakan yang terjadi dalam tubuh band tersebut telah memaksa mereka ‘break’ dan mengatakan bahwa ‘perbedaan yang kreatif’-lah yang membuat mereka menghadapi masa kevakuman.
Grup beraliran rock pelantun tembang Chop Suey! itu membantah spekulasi yang menyebut bahwa mereka kini tengah diambang perpecahan karena adanya konflik antar personil, dengan mengatakan bahwa masing-masing anggota hanya ingin berkonsentrasi pada ‘proyek sampingan’ yang dipunyai.
Daron mengatakan pada majalah musik Inggris, Kerrang, “Anda pasti paham bagaimana jika orang berpisah untuk sementara waktu karena memiliki perbedaan pendapat. Saya hanya ingin mengatakan bahwa dalam tubuh System tak ada kebencian. Perbedaan itu hal yang biasa dan bukannya jadi permusuhan.”
“Saya mengenal pribadi Serj (Tankian – lead vocal) dan ia punya beberapa rencana yang ingin ia wujudkan. Dan hal itu tak bisa ia lakukan dalam System. Begitu juga dengan saya. Saya juga punya keinginan lain yang tentu saja tak bisa saya wujudkan dalam System,” tandasnya.
Anggota
* Serj Tankian – vokalis dan kibor
* Daron Malakian – gitaris dan vokal
* Shavo Odadjian – basis
* Jhon Dolmayan – drum
Album
1. System of a Down (30 Juni 1998) #124 AS
2. Toxicity (4 September 2001) #1 AS, #13 Britania
3. Steal This Album! (26 November 2002) #15 AS, #56 Britania
4. Mezmerize (17 Mei 2005) #1 AS, #2 Britania
5. Hypnotize (11 September 2005)
Single
* “Sugar” dari System of a Down (1998)
* “Suite-Pee” dari System of a Down (1998)
* “Spiders” dari System of a Down (1999)
* “War?” dari System of a Down (2000)
* “Chop Suey!” dari Toxicity (2001) #76 AS, #17 Britania
* “Toxicity” dari Toxicity (2002) #70 AS, #25 Britania
* “Aerials” dari Toxicity (2002) #55 AS, #34 Britania
* “Psycho” dari Toxicity (2002)
* “Innervision” dari Steal This Album! (2002)
* “Boom!” dari Steal This Album! (2003)
* “I-E-A-I-A-I-O” dari Steal This Album! (2003)
* “B.Y.O.B.” dari Mezmerize (2005) #27 AS
Video klip
* “Sugar” dari System of a Down (1998)
* “Spiders” dari System of a Down (1999)
* “War?” dari System of a Down (2000)
* “Metro” dari “soundtrack Dracula 2000″ (circa 2000)
* “Chop Suey!” dari Toxicity (2001)
* “Aerials” dari Toxicity (2002)
* “Toxicity” dari Toxicity (2002)
* “Boom!” dari Steal This Album! (2003)
* “B.Y.O.B.” dari Mezmerize (2005)

Sejarah Bullet For My Valentine



Bullet For My Valentine (disingkat jadi BFMV, B4MV, atau Bullet) adalah grup musik heavy metal yang berasal dari Bridgend, Wales. Grup ini dibentuk pada tahun 1998 oleh 5 mahasiswa di sebuah studio musik di kampus mereka, Brigend College. Nama awal band mereka adalah Jeff Killed John. Mereka mengawali karir di dunia musik dengan memainkan musik Nirvana dan Metallica, kemudian pada sekitar tahun 2002 merilis singel You/Play With Me. Mereka mendapat dukungan dari Greg Haver, seorang produser perusahaan rekaman.

Hingga saat ini, Bullet For My Valentine, yang beranggotakan Matthew “Matt” Tuck (vocals, guitars), Michael “Padge” Paget (guitars), Michael “Moose” Thomas (drums), Jason “Jay” James (bass) telah merilis 4 album. Tepatnya 2 EP, “Bullet For My Valentine” (2004) & “Hand of Blood” (2005) dan 2 full album, “The Poison” (akhir 2005) & “Scream Aim Fire” (2008).
BFMV tampil di panggung pertama kali di Februari 2004, dimana penampilan mereka membuat beberapa label ingin merekrutnya termasuk diantaranya Roadrunner label. Pada akhirnya mereka lebih memilih berada di bawah naungan Sony, dengan lisensi Visible Noise.

Bahkan untuk sekelas band baru dengan musik metalcore yang terdengar berbeda, Bullet For My Valentine meraih prestasi yang cukup baik. Produksi EP self-titled mereka “Bullet for My Valentine” cukup sukses mendapat tanggapan di Inggris. Begitu juga dengan EP kedua mereka, “Hand of Blood”. Respon sangat baik terlihat ketika debut full album mereka dirilis akhir tahun 2005. Mereka pun mulai diperhitungkan di kancah musik metal dunia. Demikian juga dengan album baru mereka, “Scream Aim Fire” yang rilis di Indonesia bulan April 2008 lalu. Influence bermusik mereka dari band-band seperti Metallica, Pantera, Iron Maiden, Machine Head, Megadeth semakin memperjelas Dari nu-metal kini lebih mengarah ke old school thrash metal

Sejarah Pantera



Ditengah merebaknya anggapan publik dunia pada era awal hingga pertengahan 90-an bahwa style hair metal, speed metal, power metal, dll, band asal Texas ini muncul dan membuktikan bahwa anggapan tersebut adalah salah. Dengan masih membawa pengaruh kental dari band-band metal era 80-an, mereka mulai menjajaki dunia industri musik di Amerika. Pantera mendobrak dengan debut album mereka Cowboys from hell pada tahun 1990. Album kedua mereka yang dirilis tahun 1992 Vulgar Display of Power yang membuat mereka menjadi band metal papan atas dan disejajarkan dengan band-band veteran seperti Metallica, Megadeth, Slayer dan Anthrax, kesuseksan mereka pun disusul oleh beberapa pendatang baru seperti Sepultura dan White Zombie. Berikutnya mereka merilis album Far Beyond Driver pada tahun 1994, setelah menjalani tur panjang selama hampir dua tahun, mereka pun segera menjadi band teratas di Amerika dan album mereka menempati posisi teratas chart Top 200 Billboard dengan lead single "I'm Broken".



Ditengah puncak popularitasnya, mereka pun mulai mengalami konflik dalam tubuh band Pantera, kurang dari dua bulan pacsa rilisnya album The Great Shoutern Trendkill tahun 1996. Anselmo (vokal) mengalami overdosis heroin setelah konser mereka di Texas, ketegangan antara ia dan personel lainnya pun makin memuncak. Ditengah konflik intern tersebut, Anselmo mulai disibukkan dengan beberapa proyek pribadinya yang membuat ia semakin jauh dengan Pantera. Pada tahun 1997 mereka mengumpulkan materi untuk album live Official live: 101 Proof yang akan dirilis ketika sudah jelas bahwa mereka tidak akan merilis album studio selama beberapa waktu berikutnya. Tahun 2000 Pantera merilis album terakhir mereka dan merupakan album reuni mereka 'Reinventing the Steel'. Mereka pun kembali berpisah dan membentuk beberapa band seperti Damageplan, Down dan Superjoint Ritual.


Pantera secara resmi bubar pada tanggal 8 Desember 2004 ketika gitaris mereka Dimebag Darrell terbunuh saat mereka melakukan pertunjukan oleh fans-nya. Kasus pembunuhan ini kemudian mendapat sorotan media selama beberapa waktu. Ditengah rasa emosi dan penghargaan terhadap Band ini, muncullah kesepakatan untuk menetapkan Pantera sebagai band metal terbaik era awal hingga pertengahan 90-an dan tak ada satu pun band metal yang dapat menyamainya.


Damageplan, pembunuhan Darrell dan sesudahnya (2004-sekarang)

Setelah pecahnya Pantera, Darrell dan Vinnie membentuk band baru, Damageplan, dengan vokalis Pat Lachman dan bassis "Bob Zilla." Kelompok ini merilis album pertama mereka, New Found Power, pada bulan Februari tahun 2004. Album ini sukses secara komersial; lebih dari 44.000 eksemplar terjual dalam minggu pertama saja dan dalam waktu setahun lebih dari 100.000 eksemplar terjual. Namun, beberapa fans merasa bahwa materi Damageplan masih tidak sebagus Pantera.

Tragedi terjadi sementara band ini tampil di sebuah acara 8 Desember 2004 di Villa Alrosa di Columbus, Ohio. Ketika, kurang dari satu menit lagu pertama mereka, tiba-tiba mantan marinir yang dalam keadaan tidak stabil, Nathan Gale, 25 , melompat di atas panggung dan menembak sekaligus membunuh Darrell, 38. Gale juga membunuh Nathan Bray, 23, karyawan klub Erin Halk, 29, dan keamanan resmi Pantera Jeff "Mayhem" Thompson, 40, terluka.

Ketika Anselmo disebut sebagai akibat pembunuhan, Rita Haney, pacar Darrell, menjawab salah satu panggilan dari Anselmo dan berkata "blow [Anselmo's] head off" jika ia menghadiri pemakaman Darrell. Komentar umum yang dibuat oleh Phil Anselmo berikut ia telah menyarankan Darrel untuk bersatu kembali dengan band(Pantera) sebelum kematian Darrell. Namun, satu tahun setelah pembunuhan, Vinnie menyatakan dalam sebuah wawancara bahwa reuni ini tidak akan pernah terjadi.

Pada tanggal 11 Mei 2006, VH1 Behind the Music yang menampilkan Pantera ditayangkan. Fokus tertuju pada pembunuhan Darrell, episode juga rinci membahas detailed the band's glam metal beginnings, sebuah kemajuan dalam popularitas setelah perubahan arah musik, dan konflik antara Anselmo dan saudara Abbott dalam setahun kemudian membuat mereka sedih

Ketika ditanya oleh Crave Musik di tahun 2006 jika ada kesempatan untuk melakukan rekonsiliasi dengan Phil Anselmo, Vinnie Paul menjawab "Tentu saja tidak.." mantan drummer Pantera memulai bekerja pada Hellyeah, sebuah kolaborasi antara dirinya dan anggota dari Mudvayne dan Nothingface. Kedua Anselmo dan Brown telah bersatu kembali dengan Down, dan didukung Heaven And Hell dan Megadeth pada tur Kanada mereka tahun 2007, serta mendukung Metallica pada World Tour Magnetic.

Pada tanggal 30 Maret 2010, Pantera akan merilis koleksi greatest-hits, berjudul "1990-2000: Sebuah Dekade Dominasi". Ini akan tersedia secara eksklusif di toko Walmart dan terdiri dari 10 lagu yang remastered.

Sekilas Tentang Musik Heavy Metal

Pertama kita akan membahas tentang Heavy Metal pada pertengahan tahun 1960-an. Heavy metal memiliki style gitar yang bagus yang terbuat atas dasar penyalahgunaan heavy riffs dan power chords, Hal ini membekas pada akhir tahun 1950-an yang ditandai pada instrumen Amerika Link Wray, Genre dari garis keturunan ini langsung dimulai pada pertengahan tahun 1960-an. American blues musik adalah musik yang terbesar/terkenal diantara rocker pemula di British pada eranya. Band-band seperti The Rolling Stones dan The Yardbirds mengembangkan blues-rock dengan cover rekaman yang mencakup banyak lagu blues klasik, dengan tempo kecepatan yang cepat. Mereka mulai berexperimen dengan musik , hal itu dilakukan Band blues Inggris yang berbasis di AS, mereka bertindak dengan mempengaruhi dan mengembangkan apa yang akan menjadi hallmarks dari Heavy Metal, khususnya dari suara, dan piuhan suara gitar. The Kinks menjadi peran utama dalam popularitas suara dengan hit singlenya “You Really Got Me.” Kontribusi Signifikan terhadap pemunculan suara gitar yaitu fasilitas feedback yang dilakukan oleh generasi baru dari amplifiers. Selain gitaris The Kinks : Dave Davies, gitaris lainnya seperti dari The Who yaitu Pete Townshend dan dari the Tridents yaitu Jeff Beck telah melakukan percobaan dengan feedback.

Dalam dunia musik, berbagai hal dilakukan oleh band atau penyanyi dalam performa livenya untuk menghibur para penggemar. Pada Heavy metal salah satu cara dalam setiap performa konsernya untuk menghibur para penggemar, yaitu dengan cara menciptakan gerak – gerik fisik agar para penggemar menjadi terhibur, berikut ini saya akan membahas tentang gerak – gerik fisik pada Heavy metal.

Dalam Heavy metal, gerak – gerik fisik dilakukan untuk Meningkatkan penggemar dengan kepalan tangan mereka dan membuat “devil horns”, cara tersebut dilakukan di konser oleh grup band Heavy Metal asal Estonia yaitu Metsatöll pada tahun 2006.
180px-metsatoll_at_tuska_2006
Penampilan Metsatöll saat konser pada tahun 2006
Pada saat konser, Banyak musisi metal yang terlibat dalam headbanging, yang melibatkan gerakan dengan kepala, gerakan ini sering dilakukan oleh pemilik rambut panjang. corna, atau devil horns, sikap tangan, juga gerakan yang meluas (pindah – pindah tempat), yang populer oleh vokalis Ronnie James Dio sementara itu dengan Black Sabbath dan Dio. Tetapi Gene Simmons dari Kiss mengklaim bahwa dirinya orang pertama yang membuat gerakan dalam konser.
180px-asphyxband,
asphyx band melakukan headbanging pada saat konser
Peserta dalam konser metal tidak bisa menari dalam arti biasa. Tetapi mereka mengganti tarian dengan gerakan tubuh yang berfungsi sebagai pengganti menari, yaitu headbanging dan tikaman/dorongan kedua tangan sebagai tanda apresiasi dan gerak yang berirama. Penampilan pada air guitar yang sangat populer dan memiliki kedua manfaat pada penggemar Metal yaitu saat konser dan untuk mendengarkan rekaman musik di rumah. Pada konser lainnya, penonton melakukan kegiatan stage diving, crowd surfing, mendorong dan mendorong dalam kekacauan huru-hara yang disebut moshing, dan menampilkan simbol tangan corna.
180px-crowd_moshing
Penonton dalam kekacauan huru – hara pada saat menonton konser

Dalam dunia Metal, banyak berbagai hal yang terjadi didalamnya, termasuk bagian yang dibahas pada artikel kali ini yaitu Tema lirik. Untuk menciptakan lagu Heavy Metal yang bagus, para band Heavy Metal menulis lirik lagu dengan berbagai tema. Sebagai contoh yaitu Black Sabbath atau banyak band-band metal lainnya yang terinspirasi untuk menciptakan hal – hal yang bergairah bagi para pendengar seperti pada kegelapan dan subjek yang muram. Pada Tema ini, dari dulu sampai sekarang belum pernah ditearapkan pada musik pop. Pada generasi selanjutnya, para band –band metal mengikuti Black Sabbath pada tahun 1970, pada album paranoid, terdapat berbagai lagu, termasuk lagu yang berhubungan dengan trauma pribadi-’Paranoid ‘dan’ Fairies Wear Boots’ (yang buruk menggambarkan efek samping dari memakai obat) serta orang-orang menghadapi masalah yang lebih luas, seperti yang sudah jelas yaitu’ War Pigs’dan’ Hand of Doom’.
200px-black_sabbath_-_paranoid
Gambar album paranoid, yang berisi lagu – lagu trauma
Kemudian, “Penghancuran Nuklir” dialamatkan dalam lagu metal selanjutnya yang diterapkan oleh Iron Maiden yang berjudul ” 2 minutes to Midnight “dan Ozzy Osbourne yang berjudul ” Killer of Giants “. Karena Kematian adalah tema utama dalam Heavy Metal, sehingga secara rutin selalu diiringi dalam lirik dari band-band Metal sebaliknya berbeda secara luas sebagai Slayer dan W.A.S.P. Yang lebih ekstrim merupakan bentuk death metal dan grindcore yang murni agresif, berdarah, dan sering tak dpt dipahami kandungannya.
Berikut ini video dari bring me the horizon, salah satu band death metal dengan judul For Stevie Wonder’s Eyes Only

Turunan dari akar genre dalam musik blues, sex merupakan salah satu topik penting yang menjalankan urutan dari lirik bernada Led Zeppelin’s yang lebih eksplisit dari glam dan nu metal band. Sementara itu, Romantic tragedi adalah standar tema dari Gothic dan doom Metal. Serta pada Nu Metal, remaja sering menjadi pusat topik yang lain.
Pada umumnya, Lagu-lagu heavy metal sering diiringi dengan keanehan, lirik terinspirasi fantasi, dan hal – hal yang lari dr kenyataan. Lagu Iron Maiden misalnya, yang sering terinspirasi oleh mitologi, fiksi, dan puisi, seperti “Rime of the Ancient Mariner,” berdasarkan puisi Samuel Taylor Coleridge. Contoh lain yaitu Black Sabbath dengan lagu The Wizard, Megadeth’s dengan lagu The Conjuring dan Five Magics, dan Judas Priest’s dengan lagu Dreamer Deceiver. Sejak 1980-an, dengan kebangkitan trash metal dan lagu seperti Metallica’s “… And justice for all” dan Megadeth “Peace sells”, merupakan sekian banyak lirik Metal yang termasuk ke dalam social politik. Sedangkan pada Genre seperti melodic death metal, progresif metal, dan black metal sering mencari tema filosofis.
Berikut ini video metallica yang berjudul and justice for all.

Subjek utama pada Heavy metal adalah sederhana yaitu Dengan bunyi yang seram, suara yang mengerang dan lirik yang berhubungan dengan sastra, yang dirayakan dengan kebebasan tanpa batas. Musik kritik pada metal sering dianggap memiliki lirik metal yang dangkal, dan lain-lain yang memiliki objek untuk hal mereka lihat sebagai advokasi dari kebencian thd wanita dan rahasia.
Selama 1980-an, Parents Music Resource Center mengajukan permohonan pada Kongres AS untuk mengatur industri musik popular, karena hal yang tidak menyenangkan pada musik adalah lirik, khususnya dalam lagu-lagu heavy metal. Di tahun 1990, Judas Priest yang digugat di pengadilan Amerika oleh para orang tua dari dua orang pemuda yang telah menembak dirinya sendiri lima tahun sebelumnya, diduga bunuh diri setelah mendengar lagu “do it” pada saat di bawah sadar (mabuk). Di sebagian besar negara-negara Muslim, Heavy Metal telah resmi diadukan karena itu sebagai ancaman bagi nilai-nilai tradisional. Di negara-negara seperti Maroko, Mesir, Libanon, dan Malaysia, telah terjadi insiden musisi dan fans Heavy Metal yang ditangkap dan dipenjarakan.
Seperti banyaknya Musik Populer, visual imagery memberikan peran yang besar pada Heavy Metal. Selain itu untuk memberikan suara dan lirik, “image” sebuah band heavy metal dinyatakan dari dalam album dengan seni, logo, set panggung, pakaian, dan video musik. Beberapa band Heavy Metal yang bertindak seperti itu yaitu, Alice Cooper, Kiss, dan Gwar yang dapat mengenal banyak hal untuk performanya yang “kotor” dan pertunjukan di panggung untuk menunjukkan musik mereka.
180px-kiss_in_concert_boston_2004
Kiss dengan cat make up yang seram

Rambut panjang pada penampilan band Heavy Metal, pada Awalnya diadopsi dari kebudayaan hippi, pada tahun 1990-an dan 1980-an rambut Heavy Metal yang dilambangkan membenci, dan kekecewaan. Dalam Heavy Metal, Rambut panjang memberi anggota masyarakat Metal kekuasaan yang mereka butuhkan untuk memberontak terhadap apa-apa pada umumnya.
crue
motley crue merupakan Band Metal dengan penampilan rambut panjang
Seragam klasik dari penggemar Heavy Metal menggunakan jeans biru, kaus hitam, sepatu dan jaket jeans. Kaus umumnya dihiasi dengan logo atau representasi visual dari Band Metal favorit. Penggemar Metal juga elemen yang tepat dari komunitas S&M (rantai, tengkorak, kulit dan salib). Pada tahun 1980-an, berbagai sumber, dari punk dan goth musik dibuat untuk film-film horror, yang dipengaruhi mode metal. Banyak penyanyi Metal dari tahun 1970-an dan 1980-an menggunakan pembentuk secara radikal dan instrumen berwarna cerah untuk meningkatkan penampilan panggung mereka. Fashion dan gaya pribadi sangat penting bagi band-band glam metal pada eranya. Pada Performnya biasanya mereka memakai rambut panjang, rambut dicelup, dan memakai hairspray (biasa dipanggil dengan sebutan, “hair metal”); juga makeup seperti lipstik dan Eyeliner; pakaian untuk acara besar, termasuk kaos yang dicetak leopard kulit atau rompi dan denim yang ketat, kulit, atau celana spandeks ; serta aksesoris seperti headbands dan perhiasan. Dipelopori oleh Heavy Metal yang diperbuat oleh X Jepang pada akhir tahun 1980-an, band di Jepang dikenal sebagai visual kei yang mencakup banyak kelompok-nonmetal yang menekankan elaborate costumes, rambut, dan makeup.
x_promo_shot
X Jepang merupakan Band metal yang memakai berbagai aksesoris, make up, dan style rambut, pada setiap performnya...gile...keren abiss..


Heavy Metal memiliki beberapa karakteristik, yang dimana merupakan ciri dari musik Metal itu sendiri. Heavy Metal dicirikan oleh suara gitar yang keras, rhythms yang tegas, suara bass dan drum yang padat, dan suara vocals yang kuat/keras. Tetapi pada berbagai Metal subgenres ada yang menekankan, mengubah, atau mengabaikan satu atau beberapa hal tersebut. Dengan hal tersebut Heavy Metal merupakan jenis hard rock yang kurang blues tetapi pertunjukannya lebih kasar dan memaksa. Tipe dari band ini memiliki personil band yang terdiri dari drummer, seorang bassist, Rhythm, lead guitar, dan penyanyi, yang merupakan pemain atau bukan pemain. Kadang –kadang Instrumen Keyboard sering digunakan untuk meningkatkan kepenuhan /kenyaringan suara.

Gitar listrik dan power sonic, telah menjadi unsur utama dalam Heavy Metal. Gitar sering dimainkan dengan menggunakan effect untuk membuat suara tebal, kuat, dan “berat”. Pada awal tahun 1970-an, beberapa grup Metal mulai populer dengan diiringi dua gitaris. Band yang mengikuti pola tersebut seperti Judas Priest dan Iron Maiden yang memiliki dua atau tiga gitaris, yang terdiri dari lead guitar, bass dan rhythm. Elemen Sentral dari Heavy Metal adalah solo gitar, yang merupakan satu bentuk cadenza. Genre ini mengembangkan beberapa hal yaitu, pada solo gitar menjadi lebih rumit dan riffs menjadi bagian integral dari gaya. Gitaris menggunakan sweep-picking, tapping, dan teknik lainnya untuk bermain cepat, dan banyak gaya dari Metal menekankan tampilan ”virtuosic”.
180px-judas_priest_retribution_2005_tour3
Judas Priest, salah satu band metal yang diiringi 3 gitaris
Peran lead guitar di Heavy Metal sering bertabrakan dengan “frontman” atau bandleader yang biasanya menjadi peran vokalis. Dalam suara Heavy Metal mencerminkan suatu luapan emosi dari vokalis, dan hal tersebut merupakan hal yang diperlukan dalam tekhnik suara pada Metal. Dalam tekhnik suara Metal, Nada suara lebih penting daripada lirik lagu yang dinyanyikan. Penyanyi Metal mempunyai berbagai variasi dalam gaya, mulai dari multioctave, sandiwara seperti yang dilakukan oleh vocalis Judas Priest yaitu Rob Halford dan vocalis Iron Maiden yaitu Bruce Dickinson, Serta membawakan lagu dengan gaya yang keras seperti pada vocalis Motorhead yaitu Lemmy dan vocalis Metallica yaitu James Hetfield, Sehingga banyak berkembang penyanyi Death Metal.
170px-motorhead-02
Lemmy, Vocalis Motorhead yang menampilkan gaya yang keras pada saat menyanyi
Pada Heavy Metal, Bass juga mempunyai Peran yang menonjol pada suara Metal, serta antara bass dan gitar saling mempengaruhi, karena keduanya merupakan elemen utama. Bass yang memberikan suara akhir yang rendah sangat penting untuk pembuatan musik yang “Berat”. Garis Bass pada Metal sangat bervariasi dalam kompleksitas, dari bawah memegang pedal point yang remdah untuk bersama memimpin dan / atau rhythm guitars. Beberapa Band popular yang diiringi bass sebagai pemimpin instrumen, yaitu Metallica yang di mainkan oleh Cliff Burton pada awal tahun 1980-an.
220px-cliffburtonfree
Cliff Burton, bassist yang berperan sebagai pemimpin instrument pada Metallica
Setelah kita membahas tentang gitar, bass, dan vocal, sekarang kita akan membahas tentang drum yang juga merupakan Inti dari Metal. Pada Metal, Drum dimainkan dengan permainan yang keras, dan gerakan irama yang konstan untuk sebuah band yaitu dengan cara menggunakan “kecepatan, kekuatan, dan ketelitian”. Permainan Drum Metal “memerlukan jumlah daya tahan yang luar biasa”, dan pemain drum harus mengembangkan kecepatan , koordinasi, dan ketangkasan untuk memutar seluk-beluk pola yang digunakan dalam Metal. Permainan Drum pada Metal biasanya menyiapkan persiapan yang jauh lebih besar daripada yang digunakan dalam bentuk-bentuk lain dari musik rock.

Thrash Metal

hahahahaha..........nie skedar info ajj..

Musik ini lahir di sekitar akhir tahun 70an dan diawal 80an, dimana para penggemar musik rock dan heavy metal terus mencari perkembangan baru untuk menerobos industri musik di dunia.
Thrash metal merupakan subgenre dari musik heavy metal, karakter yang membuat aliran musik ini berbeda yaitu riff guitar yang agresif dan pukulan permainan rhythm guitar yang cepat dengan skill lead guitar shredding style. Penggabungan harmonisasi menggunakan distorsi tebal diiringi oleh ketukan bass drum dan snare tempo tinggi, ditambah ketukan double pedal yang sangat terasa beatnya karna dimainkan secara teknikal dan speed yang cepat. Suara yang keluar dari vocal growl dan scream yang dipadukan, menghasilkan aliran Thrash metal ini menjadi musik yang cadas dan sangar. Ngedengerin musik ini bisa banget menaikkan adrenalin kita. Banyak yang mengamini kalo di era itu, aliran musik inilah yang menjadi awal masa jayanya musik metal.
Perkembangannya sendiri berawal ketika band-band penikmat Heavy Metal dan New Wave yang membuat genre baru yang mengembangkan dan menggabungkan aliran musik seperti punk rock dan hardcore. Biasanya band Thrash metal banyak terpengaruh oleh band2 Heavy metal seperti Black Sabath, Led Zeppelin, Motorhead, Judas Priest, Iron Maiden dan band-band heavy metal lain di masa itu.
Guitaris dan drummer band Thrash Metal banyak juga dipengaruhi oleh teknik musik klasik dan jazz. Karena gitaris araliran band ini sering sekali menggunakan lead guitar dari teknik-teknik seperti sweep picking, legato phrasing, alternate picking, string skipping, tapping, down stroke, dll. Untuk drummer band ini biasanya mereka banyak menggunakan double pedal yang cepat, pukulan kick dan snare yang rapat mengambil dari teknik jazz dimainkan dengan power yang kuat dan speed yang tinggi.
Band-band Thrash metal ini banyak lahir dan berkembang di Eropa dan Amerika. Salah satunya Venom yang merupakan pioneer band Thrash Metal karena pada tahun 1981 band ini udah ngeluarin album dengan title Welcome to The Hell. Kemudian diikuti oleh Metallica yang juga membuat album dengan title Kill Em All pada July 1983. Di tahun itu juga tepatnya di bulan Desember, band legend Slayer ikutan ngerilis album berjudul Show No Mercy. Di daratan Eropa pada awal tahun 82 scene ini terbentuk sangat besar terutama di negara Jerman dan Inggris. Banyak sekali produk band Tharsh metal yang lahir dari negara tersebut. Band-band seperti Sadus, Toxix, Xentrix, Carcass, Last Crack, Realm, Athropy, Heaten, Paradox, Pestilence merupakan band-band Thrash Metal yang lahir pada masa itu juga. Kepiawaian record label juga mempengaruhi perkembangan musik ini seperti Roadrunner dan Earache yang merupakan label yang banyak merilis band-band Thrash metal pada saat itu.
Thrash Metal mengalami booming pada tahun 1984 yang ditandai dengan banyaknya band-band Thrash Metal kayak Slayer, Metallica, Anthrax, Overkill, Kreator, Sepultura, Megadeth, Testament yang berlomba merilis album mereka. Saat itu banyak banget penikmat musik ini di seluruh dunia. Player Thrash metal sendiri memiliki perbedaan gaya dalam perform mereka dibanding band-band Heavy metal seperti rambut gondrong yang panjangnya bisa sampe sepinggang. Di akhir era 80an menuju tahun 90 style rambut gondrong mereka biasanya sama panjang anatara bagian rambut depan dan belakang. Kemudian menggunakan celana ketat dengan memakai sepatu basket style setinggi tiga perempat yang nutupin mata kaki. Ada juga yang menggunakan celana pendek sampe di bawah dengkul. Kebanyakan player band ini memakai T-shirt yang rata-rata berwarna hitam dilkengkapi dengan gelang-gelang di tangan mereka. Sekarang ini para pengemar Thrash Metal masih banyak dilihat dari band-band yang muncul dan exis seperti Trivium, Devil Driver, Lamb Of God, The Haunted, Arch Enemy, dll
Di Indonesia perkembangan musik Thrash Metal udah ada sekitar akhir era tahun 80an menuju tahun 90. Band-band metal seperti Roxx, SuckerHead, Rotor, No Bra, Parau udah mulai memainkan aliran Thrash metal pada saat itu. Seiring dengan makin banyaknya peminat belakangan lahir juga band-band Thrash Metal Jakarta kayak Jenazah, Mortus, Adaptor, Defloration, Betrayer, Trauma dan lain-lain. Mereka kebanyakan main dan nongkrong di daerah bilangan Jakarta Selatan tepatnya di daerah Blok M atau Pasaraya. Di tempat inilah mereka biasanya bertukar informasi seputar Thrash Metal. Band-band tersebut besar lewat acara-acara pensi dan acara musik di kampus-kampus.
Khusus di negeri tercinta ini, informasi mengenai musik Thrash metal emang sangat terlambat. Selain karna belum banyak media informasi yang tersedia, kaset band-band dunia yang gue sebutin tadi belum ada yang dirilis di sini. Semuanya masih import dari Malaysia dan Singapore. Di Jakarta pada masa itu ada salah satu stasiun radio swasta yang punya acara khusus untuk muterin lagu-lagu metal yang akhirnya menjadi sumber informasi juga bagi para penggemar musik Thrash metal Jakarta. Sempet juga radio itu bikin acara khusus untuk nampilin band-band metal Jakarta. Selain itu komunitas ini juga sering mengekspresikan musik mereka di pub tertentu yang emang ngebolehin mereka tampil. Ada Pid Pub yang dulu terletak di daerah Pondok Indah Jakarta Manari Pub di Museum Satria Mandala yang belakangan ganti nama jadi Poster Café.
Untuk membentuk band Thrash metal posisi player yang paling diandelin adalah drummer. Karna drummer genre ini kudu mesti bisa mainin double pedal. Makanya kalo lo berminat tapi main drumnya baru bisa satu pedal, mending lo mundur dulu deh. Latihan dulu yang banyak trus baru ngajuin diri jadi drummer band thrash metal. Hehehe… Gue sendiri pada sekitar tahun 92 – 96 pernah jadi gitaris band Thrash metal yang gue kasih nama Defloration. Band gue ini dulu bawain lagu-lagu dari Sepultura, Metallica, Kreator, Slayer, Pantera.

 

Kamis, 26 Mei 2011

Geliat Musik Metal di Indonesia



Di Indonesia, musik “Metal” atau yang sering disebut musik beraliran keras, bisa dikatakan sebagai musik yang bergerak di bawah tanah dan lazim disebut musik underground. bagaimana tidak, band-band metal selalu dikesampingakan sebagai band biang kerusuhan, keonaran, berisik, lirik yang kasar, dll.
Tetapi sejatinya tidaklah demikian. walaupun musik metal berisik, tetapi tetap mengikuti progresi nada-nada yang layak untuk dinikmati. dan lirik-lirik yang disuarakan merupakan bentuk ekspresi yang wajar dan jujur. kritik sosial, politik, tentang Tuhan, cinta, dan makna-makna yang sesungguhnya sangat menyntuk jika disimak.
Produser musik seolah enggan untuk mengorbitkan band-band metal. mereka takut tidak akan meraih keuntungan atau bahkan merugi karena band-band yang membawakan musik metal tidak ada nilai komersilnya. maka tak heran band-band metal selalu bergerak sendiri (Independent) untuk memproduseri dan mempromosikan lagu-lagu yang dibawakannya.
Memang harus diakui, band-band metal di indonesia “Relatif” susah untuk meraih simpati masyarakat luas pecinta musik. karena biasanya musik mereka hanya didengarkan oleh orang-orang tertentu (segmented) yang mempunyai selera dan mengerti musik metal sesungguhnya.
Tetapi lihatlah band-band metal di luar negeri (Amerika khususnya) yang sangat bebas memainkan musik mereka namun tetap laris dari sisi komersilnya. Slipknot adalah contohnya. bagaimana band ini sangat dipuja oleh pecinta musik dunia termasuk ndonesia, walaupun musik mereka “sama berisiknya” dengan band-band metal lainnya.
Yah, itu kan d amerika mas… indonesia kan beda.
Tetapi, akhir-akhir ini, band-band metal di indonesia mulai menggeliat dan “muncul dari bawah” tanah untuk meramaikan persainagan dengan band-band mainstream di indonesia… Koil, Burger Kill, Tengkorak, adalah beberapa band metal indonesia yang mulai mendapat apresiasi pecinta musik indonesia secara luas…

12 Juni 2011; Tangerang Metal Fest 2